Apakah Susu Sapi Baik untuk Manusia?

Artikel ini merupakan penjelasan dari literature review terbaru tentang dampak susu dan olahannya bagi manusia yang ditulis oleh Tanja Kogerslev Thorning, dkk dalam Journal Food & Nutrition Research yang diterbitkan pada bulan November 2016.

Saat ini banyak orang yang meragukan manfaat susu terutama dikarenakan kekhawatiran bahwa konsumsi susu dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes, kanker, dan kardiovaskuler. Hal ini terjadi karena banyaknya propaganda minim bukti yang mengklaim bahwa susu adalah makanan yang dibuat untuk anak sapi, bukan untuk manusia sehingga disarankan untuk mengganti susu dengan “susu” yang berasala dari tumbuh-tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebenaran atas pernyataan tersebut serta membuktikan apakah benar susu memiliki manfaat untuk kesehatan?

Susu dan produk olahannya merupakan sumber yang baik bagi protein kualitas tinggi dan lemak sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang dalam waktu lama bagi orang-orang yang sedang berdiet. Meta analysis yang berfokus pada dampak susu dan produk olahannya bagi resiko diabetes tipe 2 secara konsisten menemukan bahwa tidak ada manfaat dari konsumsi susu terhadap resiko diabetes maupun sebaliknya, namun hal ini berbeda pada produk olahan susu. Produk olahan susu berupa yoghurt dan keju telah terbukti memberikan manfaat bagi penurunan resiko penyakit diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh bakteri baik yang terkandung didalamnya. Studi lain juga menemukan bahwa konsumsi whey (protein yang banyak ditemukan dalam susu dan yoghurt) dapat menurunkan konsentrasi glukosa plasma posprandial pada pasien diabetes tipe 2.

Susu dan produk olahannya seringkali dianggap sebagai salah satu faktor pemicu penyakit kardiovaskuler dikarenakan tingginya kandungan lemak jenuh yang terdapat didalamnya. Hal ini tampaknya merupakan sesuatu yang tidak berdasar dikarenakan meta analysis yang dilakukan pada 6 studi obervasional menemukan bahwa tidak ada hubungan antara resiko penyakit kardiovaskuler dengan konsumsi produk susu dan olahannya. Berbagai meta analysis yang lain menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang konsisten antara penyakit kardiovaskuler dengan konsumsi susu dan produk olahannya. Bukti terbaru menunjukkan bahwa konsumsi susu 200 ml per hari dapat menurunkan resiko stroke sebesar 7%, sedangkan meta analysis menunjukkan tidak adanya hubungan linear antara konsumsi susu dengan penurunan resiko stroke tetapi yang optimal adalah konsumsi susu sebanyak 200-300 ml per hari mampu menurunkan resiko stroke sebanyak 7-8%.

Konsumsi susu terbukti membantu meningkatkan kesehatan tulang dikarenakan kandungan protein, kalsium, fosfor, magnesium, mangan, zink, dan vitamin K yang ada di dalamnya. Intake rendah dari susu di masa anak-anak dan remaja terbukti dapat meningkatkan resiko osteoporosis di masa tua. Dampak konsumsi susu di masa tua masih belum jelas, terutama terkait dengan klaim menurunkan resiko patah tulang yang masih belum didukung bukti yang cukup.

Berdasar laporan dari World Cancer Research Fund International (WCRF) dan meta analysis terakhir terbukti bahwa susu mampu melindungi tubuh dari resiko kanker kolorektal, kanker saluran kencing, kanker lambung, dan kanker payudara, tetapi tidak melindungi tubuh dari kanker pankreas, kanker rahim, dan kanker paru-paru. Pada wanita, konsumsi susu banyak memiliki dampak positif terutama secara signifikan menurunkan resiko penyakit kanker kolorektal dan mungkin penyakit kanker payudara. Pada lelaki, manfaat dan dampak dari susu dan olahannya pada kanker kolorektal lebih banyak manfaatnya dari pada resiko meningkatkan kanker prostat.

Dampak dari susu sapi dan produk olahannya telah banyak diteliti, namun untuk produk pengganti susu yang berbasis tumbuhan (susu kedelai, dsb) masih belum banyak diteliti sehingga belum bisa disimpulkan apakah susu kedelai dapat mengganti konsumsi susu sapi.

Kesimpulannya adalah susu dapat memberikan banyak dampak positif terhadap kesehatan tubuh, dengan sedikit dampak negatif yang telah dilaporkan.

Sumber: THORNING, Tanja Kongerslev et al. Milk and dairy products: good or bad for human health? An assessment of the totality of scientific evidence. Food & Nutrition Research, [S.l.], v. 60, nov. 2016. ISSN 1654-661X. Available at: <http://www.foodandnutritionresearch.net/index.php/fnr/article/view/32527>. Date accessed: 05 Jan. 2017. doi:http://dx.doi.org/10.3402/fnr.v60.32527.